Beberapa hari yang lalu, aku baru saja dapat film ini yang katanya film action-nya Indonesia sekaligus film Indonesia pertama yang sampai menembus beberapa kota besar di dunia. Rasa penasaran sudah lama bertengger, sejak orang-orang sering menyebutnya dan aku baca dari blog yang menyediakan film-film dari diindustri perfilman luar maupun dalam negri. Dan setelah sekian lama menunggu, pastinya menunggu kualitas yang bagusnya keluar sih, akhirnya dapat juga, hm,, yang kualitas menengah.. :( But, it's okay lah.
Film ini dimulai dengan seorang polisi militer, bisa dikatakan seperti SWAT-nya Amerika gitu deh yang diperankan oleh Iko Uwais yang harus meninggalkan istri tercinta beserta anak mereka yang akan lahir. Bersama rekan-rekannya Iko yang berperan sebagai Rama akan ikut dalam misi penanggkapan penjahat kelas kakap atau bandit, atau penjahat yang sangat berbahaya di markas mereka. Sepertinya markas penjahat yang kejam itu memang sudah terasing atau tidak pernah tersentuh oleh publik. Hm.. kalo aku bilang sih, sutradaranya sangat berusaha membuat setting dan properti yang digunakan sama seperti film action luar negri. Mulai dari mobil, baju, senjata, bahkam markas penjahatnya juga sangat mirip dengan film luar negri. Usaha yang bagus, bisa dikatakan 90% mirip dan dapat sense of action thriller-nya. Tapi ada beberapa hal yang memang dari situ akan terlihat identitas film Indonesia, bahwa ada properti parang, ada adegan aksi silat atau semacamnya dan musik atau sound effect ciri khas daerah tertentu dari Indonesia. Film ini ternyata tingkat kesadisannya cukup ekstrim lho (itu sih menurut aku, ngga tau tanggapan orang lain). Adegan-adegannya dikemas dengan sangat baik sehingga membuat kita yang menonton dapat terbawa kedalam alur ceritanya. Suksesnya film ini juga didukung oleh beberapa artis senior Indonesia yaitu Ray Sahetapy sebagai Tama dan Pierre Gruno sebagai Letnan Wahyu. Tama adalah Bos yang diincar oleh tim ini, dan Letnan Wahyu adalah orang yang memberi instruksi untuk melakukan penyerbuan tersebut.
Tapi ternyata tanpa sepengetahuan sang Sersan yang diperankan oleh Joe Taslim sebagai Jaka, bersama pasukannya dalam misi ini, penyerbuan tersebut sebenarnya bukanlah perintah dari pusat dan karna itulah tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka dalam misi tersebut. Hal ini membuat mereka semua terperangkap dalam markas musuh dan satu-persatu anggota mereka lumpuh oleh sadisnya anak buah Tama. Jadi, kalo aku bilang sih (gaya anang gitu...hihi), karna itulah judul film ini The Raid Redemption yaitu sebuah penyerbuan maut. Dimana Letnan Wahyu 'menebus' citranya sebagai polisi dengan mengorbankan anak buahnya untuk misi gila ini. Hm.. Ada satu hal yang ini menurut aku pribadi sih, satu hal yang agak sedikit kurang dari film ini, cuma sedikit kok dan tidak bermaksud menjelekkan dan ini bisa jadi perasaan aku saja. Diakhir-akhir cerita aku mulai sedikit bosan dengan adegan pertengkaran yang tangguh itu, sebenarnya aksi berantemnya keren banget dan dimainkan atau diperankan oleh orang yang sudah mahir. Hanya saja aku merasa itu terlalu banyak dan kadang terlalu lama, sehingga pada akhirnya membuat aku mempercepat pada bagian yang aku bosan tadi (tapi cuma dikit kok, yang diawal ngga.. hehe.. :p) Bagaimanapun juga, bisa dibilang kali ini kita berhasil membuat sebuah action movie yang akan disukai oleh penikmat film action diseluruh dunia deh. Pada dasarnya aku suka dengan film ini, karna aku juga salah satu penyuka film action. Jadi, apapun filmnya kalau dikemas dengan sangat apik dan jalan ceritanya menarik pasti bagus. Oiya.. ditambah lagi dengan sound effect yang juga kereenn, dan satu lagi selain Iko, ternyata sersan itu juga cakep lho.. wkwkwk..
Yang jelas ngga rugi deh nonton nih film, film karya dalam negri lagi, emank berasa nonton dibioskop. Selamat terkaget-kaget deh yang belum nonton, karna adegannya emang ngga setengah-setengah kok. Segitu aja dulu, kalo ada yang salah-salah kata.. tolong dimaklumi ya.. Namanya juga sedang belajar.
See yaa.... :)


.jpg)
.jpg)












